Sabtu, 31 Desember 2011

WIMAX

Postingan kali ini saya akan sedikit membahas masalah Wimax. Sebenarnya apa itu teknologi Wimax? Mari kita pelajari bersama.

WiMax merupakan singkatan dari Worldwide Interoperability for Microwave Access. WiMax merupkan sebuah standar yang dibuat oleh organisasi niralaba yang merupakan kumpulan beberapa perusahaan pembuat piranti telekomunikasi, berdasar pada standar Nirkabel IEEE 802.16, yaitu standar MAN (Metropolitan Area Network) dan HiperMAN dari ETSI (European Telecomunication Standard Institute). Adapun perusahaan pembuat perangkat WiMax antara lain Motorola, InfiNet Wireless, Aperto, EION, Axxcelera, Xirka.
WiMax merupakan evolusi dari pendahulunya yaitu Wifi, namun dikemas lebih menarik dan memiliki fitur-fitur yang lebih lengkap. WiMax bekerja pada frekuensi 2GHz sampai 11GHz. Jadi nantinya WiMax tidak lagi merupakan piranti nirkabel yang dapat digunakan tanpa meminta izin pengguna frekuensi, karena tidak lagi bekerja pada frekuensi ISM 2,4 GHz atau UNII 5GHz.
WiMax nampaknya mirip dengan Wifi, namun dalam implementasinya WiMax dan Wifi sangat berbeda. Pada Wifi, dari segi OSI Layer, dimana standar Media Access Control (MAC) menggunakan metode akses kompetisi, yaitu beberapa terminal secara bersamaan memperebutkan akses, sedangkan pada WiMax menggunakan metode akses yang berbasis olgoritma penjadwalan. Maka jika seyelah sebuah terminal mendapat garansi untuk memperoleh sejumlah sumber daya (timeslot), maka jaringan nirkabal akan terus memberikan sumber daya ini selama masih dibutuhkan terminal. Sedangkan pada metode kompetisi milik Wifi, maka layanan VoIP tergantung pada kualitas layanan yang stabil menjadi kurang baik. 

Jumat, 16 Desember 2011

Perbandingan Repeater, Hub, Switch, Bridge, dan Router


  • Repeater
Repeater merupakan komponan dari suatu jaringan pada LAN (Local Area Network) yang berfungsi untuk menguatkan data / sinyal. Sinyal dapat berupa sinyal digital maupun sinyal analog. Repeater baiasanya digunakan untuk transmisi jarak jauh. Oleh karena itu komponen ini sangat diperlukan karena sebuah ethernet hanya bisa menjangkau jarak tertentu saja.
  • Hub
Hub adalah perangkat yang berfungsi menghubungkan antarkomputer dalam suatu jaringan LAN. Hub terbatas hanya memiliki koneksi antara 10-16 koneksi. Semua jenis komunikasi hanya dilewati melalui hub. Hub memiliki kecepatan transfer 100 mbps, sehingga sekarang mulai ditinggalkan karena terkesan lambat. Sebagai penggantinya menggunakan switch yang kecepatan transfernya mencapai 1 Gbps. 
  • Switch
Switch adalah sebuah perangkat yang bukan hanya menyalurkan tetapi juga menyaring paket yang telah ada pada sebuah LAN. Switch bekerja pada layer 2 (data link) dan terkadang di layer 3 (network layer) tergantung  referensi OSI Layer Model, sehingga dapat bekerja pada paket protokol apapun. Switch memiliki fungsi yang hampir sama dengan hub, hanya saja switch memiliki kecepatan transfer lebih besar yakni mencapai 1 Gbps, sedangkan hub hanya mencapai 100 mbps. Dengan kecepatan yang lebih, otomatis harga switch juga lebih mahal dari  pada hub.
  • Bridge
Bridge adalah alat pada suatu jaringan yang berfungsi memisahkan subuah jaringan menjadi segmen yang lebih kecil sehingga dapat meningkatkan kinerja jaringan. Bridge membaca alamat MAC (Media Acces Control) dari setiap paket data yang diterima yang kemudian mempelajarinya dan memutuskan apakah paket data tersebut akan diteruskan atau diabaikan. Bridge hanya akan menyalurkan paket data tersebut ke segmen-segmen jika memang diperlukan oleh segmen tersebut. Hal ini dapat mengurangi overhead traffic dan beban jalur menjadi lebih optimal di setiap segmen.
  • Router
Router memiliki fungsi yang hampir sama dengan switch dan bridge. Router bertugas menyaring lalu lintas data dengan menggunakan protokol tertentu, bukan dengan melihat alamat paket data. Router dapat digunakan jika tersambung dengan paling tidak dua jaringan yang berbeda. Router terpasang pada sisi gateway dimana kedua jaringan tersambungkan.

Kamis, 15 Desember 2011

TOPOLOGI JARINGAN


  • Topologi Bus

Kelebihan topologi bus :
  1. Topologi bus dapat digunakan pada jaringan yang kecil, mudah dipasang, dan mudah dimengerti.
  2. Lebih efisien dan hemat, karena hanya membutuhkan sedikit kabel untuk menghubungkan antarkomputer dan peralatan yang lainnya.
  3. Mudah dalam penambahan client-client baru, tanpa mengganggu client lainnya.
Kekurangan pada topologi bus :
  1. Lalu lintas data yang sangat padat, sehingga membuat topologi ini tergolong lelet.
  2. Sangat sulit untuk melakukan troubleshoot, dimana jika ada koneksi terputus antara dua komputer maka mereka tidak bisa melakukan komunikasi.
  3. Dalam pengiriman data hanya satu komputer, maka yang menerima hanya komputer yang dituju saja.
  4. Keamanan data kurang terjamin.
  • Topologi Ring (Cincin)

Kelebihan topologi ring :
  1. Tidak ada komputer yang memonopoli jaringan, karena setiap komputer memiliki hak akses yang sama terhadap token.
  2. Data mengalir dalam satu arah, sehingga kemingkinan adanya collision / tabrakan data dapat dihindarkan.
  3. Mudah dalam identifikasi kerusakan pada komputer.
  4. Dapat melayani lalu lintas data yang padat.
Kekurangan topologi ring :
  1. Jika ada salah satu link yang tidak berfungsi, akan mengganggu link yang lainnya.
  2. Sulit untuk mengatasi kerusakan pada topologi ini.
  3. Jika ada penambahan atau pengurangan komputer, maka akan merusan jaringan.

  • Topologi Star (Bintang)

Kelebihan topologi star :
  1. Penambahan komputer tidak akan mengganggu aktivitas jaringan yang sedang berlangsung.
  2. Diagnosa kerusakan dapat dideteksi dengan baik oleh server.
  3. Kerusakan pada satu client tidak akan mempengaruhi client yang lainnya.
Kekurangan topologi star :
  1. Karena terpusat pada satu hub, maka jika tersebut rusak akan merusak seluruh jaringan.
  2. Boros kabel, karena semua client harus tertuju pada server.
  3. Karena sistem kontrol terpusat (hub), maka riskan mengalami kritis.
  • Topologi Mesh

Kelebihan topologi mesh :
  1. Dapat berkomunikasi langsung dengan client tujuan.
  2. Pengiriman data lebih cepat ke client tujuan, karena tidak perlu melalui client (komputer) lain.
  3. Mudah dalam melakukan troubleshoot.
  4. Kerusakan pada satu client tidak akan mengganggu koneksi client lainnya.
  5. Mudah dalam proses identifikasi masalah di dalam jaringan.
Kekurangan topologi mesh :
  1. Sulit melakukan instalasi atau konfigurasi ulang saat jumlah komputer dan peralatannya semakin banyak.
  2. Boros biaya karena setiap komputer membutuhkan banyak kabel.